ASAL MULA KEDATANGAN JEPANG DAN FAKTOR PENYEBAB JEPANG MELAKUKAN KOLONIALISME DAN IMPERIALISME SERTA KEHIDUPAN SOCIAL POLITIK EKONOMI BUDAYA PADA MASA JEPANG
Pada mulanya Jepang ingin menguasai Asia Tenggara, Salah
satunya Indonesia karena di latar belakangi Jepang ingin menguasai SDA (Sumber
Daya Alam) serta SDM (Sumber Daya Manusia) guna mendukung industri dan sebagai wilayah untuk mendukung Perang
Pasifik.
Nah di sini kami membuat Garis Waktu Kedatangan Jepang ke Indonesia guna mempermudah kalian mengenai asal mula kedatangan Jepang ke Indonesia
Kedatangan
tentara Jepang yang mengusir Belanda bertujuan bukan untuk membebaskan rakyat
Indonesia, tetapi ada maksud tertentu yaitu untuk menduduki wilayah Indonesia (Kolonialisme). Faktor-faktor penyebab Jepang melakukan
Kolonialisme terhadap Indonesia adalah :
1. Indonesia Kaya Hasil Tambang
Pada masa
itu Jepang kekurangan hasil tambang yang berakibat Jepang mencari sumber baru
yang kaya akan hasil tambang. Maka dari itu Indonesia di targetkan oleh Jepang
karena memiliki kekayan akan hasil tambang, Sehingga bisa menunjang untuk keperluan
perang.
2). Indonesia Terdapat Bahan Mentah
Perkembangan
industri Jepang pada masa itu semakin pesat dengan seiring waktu, Akan tetapi mereka
tidak memiliki sumber bahan mentah seperti karet,besi,dan lainnya. Sehingga
jepang berambisi menguasai sumber bahan mentah yang terdapat pada Indonesia Untuk
memenuhi kebutuhan industri dalam negeri Jepang.
3). Indonesia Memiliki Tenaga Manusia atau SDM
(Man Power)
Pada masa
itu Indonesia memiliki penduduk yang cukup banyak sehingga Jepang tertarik
untuk menguasai SDM ynag terdapat pada Indonesia untuk mendukung usaha Jepang
dalam menyerang sekutu.
4). Kepentingan Migrasi
Pada masa
itu Jepang memiliki wilayah yang sempit sedangkan jumlah penduduk semakin
banyak, Maka dari itu dibutuhkan tempat bagi pemerataan penduduk. Sehingga
Jepang memilih wilayah Indonesia karena memiliki wilayah yang cukup luas.
Mungkin kalian pernah berpikir mengapa Jepang bisa menjadi Negara Imperialis ? Sementara berdasarkan sejarah sendiri, Jepang pernah melakukan Politik Isolasi. Secara logika membuat mereka menjadi negara yang lemah dan terbelakang dari kehidupan internasional. Berikut faktor yang melatarbelakangi / pendorong Jepang menjadi Negara Imperialis.
1). Adanya ajaran Hakko I Chiu
Mayoritas penduduk Jepang beragama Shinto yang merupakan agama asli Jepang. Dalam agama tersebut ada sebuah ajaran yang membuat mereka terbesit untuk menjadi Negara Imperialis yakni adanya ajaran Hakko I Chiu dimana dalam ajaran tersebut, mereka meyakini bahwa seluruh bangsa di dunia ini adalah keluarga dengan Jepang sebagai kepala keluarganya. Ajaran ini membuat niatan Jepang dan tekad Jepang menjadi Negara Imperialis sangat kuat.
2). Pertumbuhan
Penduduk
Pertambahan jumlah penduduk yang pesat di negara kepulauan yang miskin akan sumber alam, kini menanggung jumlah penduduk yang sangat besar dalam luas yang relatif sempit. Kenyataan ini menjadi masalah yang meresahkan pemerintah Jepang, masalah kepadatan penduduk inilah yang menjadi awal kesulitan Jepang dan menjadi faktor yang cukup penting dalam kerangka Imperialisme Jepang di Asia.
3). Perkembangan Industri Jepang
Sehubungan dengan perkembangan industri dalam negeri, Jepang akhirnya mengalami kesulitan dalam hal penyediaan sumber bahan mentah berupa minyak, besi, dan sebagainya dalam jumlah yang cukup besar. Hal ini dikarenakan Jepang tidak memiliki sumber bahan mentah dalam negeri yang cukup untuk mensuplai kebutuhan indutri-indutrinya. Sementara itu kesulitan ekonomi yang melanda dunia pada jaman Malaise sekitar tahun 30-an mendorong negara-negara di dunia memberlakukan tarif proteksi atas barang impor. Akibatnya Jepang kehilangan pasaran produksi industrinya. Kesulitan akan sumber bahan mentah dan daerah pasaran produksi menimbulkan Imperialisme modern Jepang.4). Adanya Restriksi ( pembatasan ) Imigran Jepang Yang Dilakukan Oleh Negara-Negara Barat
Pembatasan imigrasi bangsa Jepang itu dilatarbelakangi oleh ketakutan bangsa Barat akan superioritas Jepang membahayakan kedudukan mereka di Asia. Hal ini bermula ketika Jepang berhasil mengalahkan Rusia dalam perang tahun 1905 dan muncul sebagai "Bahaya Kuning" di Asia Pasifik. Pada tahun 1924 Amerika menutup pintu imigrasinya serapat-rapatnya bagi Jepang, namun bangsa kulit putih boleh masuk meskipun dibatasi.
5). Ingin Menjadi Negara Besar Yang Sejajar Dengan Negara-Negara Besar Seperti Amerika Serikat, Inggris, Jerman, Prancis.
Para pemuda Jepang dikirim ke Amerika dan Eropa untuk mempelajari bidang teknologi yang dapat diterapkan dinegaranya. Disaat yang sama Jepang juga mengundang para pakar dan ahli dari luar negeri untuk mengajar di negaranya. Hasilnya, dalam waktu relatif singkat Jepang tumbuh menjadi sebuah negara industri yang maju. Sehingga Jepang dapat mengejar ketinggalannya dari perkembangan negara-negara besar serta berharap dapat sejajar dengan negara-negara besar tersebut.
Sumber :
- https://tulisan.fadillaharsa.id/2019/08/faktor-pendorong-jepang-menjadi-negara-imperialis/
- http://davinnurfaiz.blogspot.com/2012/01/jepang-negara-imperialisme-dan-penyebab.html
Pastinya kalian sudah tahu kalau bangsa Jepang itu sangat licik dan sangar kejam memperlakukan penduduk bangsa Indonesia. Seperti apa ya kehidupan bangsa Indonesia masa pendudukan Jepang ? Pada Blog ini, akan dibahas bagaimana situasi dan kondisi kehidupan bangsa Indonesia dalam aspek sosial, ekonomi, budaya, politik, dan pendidikan.
1). Aspek Sosial
Pemerintahan Jepang saat itu mencetuskan kebijakan tenaga kerja romusha, yaitu sistem kerja yang paling kejam selama bangsa Indonesia ini dijajah. Tetapi, pada awalnya pembentukan romusha ini mendapat sambutan baik dari rakyat Indonesia dan banyak yang bersedia untuk jadi sukarelawan. Namun semua itu berubah ketika kebutuhan Jepang untuk berperang meningkat. Selain romusha, Jepang juga membentuk Jugun Ianfu, yaitu tenaga kerja perempuan yang direkrut dari berbagai Negara Asia seperti Indonesia, Cina, dan korea. Perempuan-perempuan ini dijadikan perempuan penghibur bagi tentara Jepang.
2). Aspek Ekonomi
Sewaktu Indonesia masih di bawah penjajahan Jepang, sistem ekonomi yang diterapkan adalah sistem ekonomi perang. Tujuan Jepang melakukan itu, untuk menghadapi Perang Asia Timur Raya. Kalau di bidang moneter, pemerintah Jepang berusaha untuk mempertahankan nilai gulden Belanda. Hal itu dilakukan agar harga barang-barang dapat dipertahankan sebelum perang. Terdapat kebijakan ekonomi Indonesia era pendudukan Jepang, yaitu Menyita asset ekonomi yang penting, Adanya kebijakan Self-Sufficiency, Melakukan pengawasan yang ketat dalam bidang ekonomi.
3). Aspek Budaya
Pemerintahan Jepang pernah mencoba menerapkan kebudayaan memberi hormat ke arah matahari terbit kepada rakyat Indonesia. Dalam masyarakat Jepang, kaisar memiliki tempat tertinggi, karena diyakini sebagai keturunan Dewa Matahari. Jepang berusaha menerapkan nilai-nilai kebudayaannya kepada bangsa Indonesia. Tetapi langsung mendapat pertentangan dan perlawanan dari masyarakat di Indonesia. Bangsa kita ini hanya menyembah Sang Pencipta, yaitu Tuhan Yang Maha Esa. Pemerintahan Jepang mendirikan pusat kebudayaan Keimin Bunkei Shidoso, yaitu lembaga yang digunakan untuk mengawasi dan mengarahkan kegiatan para seniman agar karya-karyanya tidak menyimpang dari kepentingan Jepang.
4). Aspek Politik
Pada masa pendudukan Jepang, pemerintah Jepang selalu mengajak bekerja sama golongan-golongan nasionalis. Karena Jepang menganggap bahwa golongan nasionalis ini memiliki pengaruh besar terhadap masyarakat Indonesia. Saat itu, Wakil Kepala Staf Tentara Keenam Belas, Jenderal Harada Yosyikazu, bertemu dengan Hatta untuk menyatakan bahwa Jepang tidak ingin menjajah Indonesia, melainkan ingin membebaskan bangsa Asia. Karena itulah Hatta mererima ajakan kerja sama Jepang. Akan tetapi, Sjahrir dan dr. Tjipto Mangunkusumo tidak mererima tawaran kerja sama Jepang. Namun, kemudian Jepang mengeluarkan undang-undang yang terkait pada bidang politik yang justru banyak merugikan bangsa Indonesia. Beberapa di antaranya:
- Undang-undang nomor 2 tanggal 8 Maret tahun 1942, mengenai larangan kepada prang Indonesia untuk berserikat dan berkumpul.
- Undang-undang nomor 3 tanggal 10 Mei tahun 1942, mengenai larangan kepada orang-orang Indonesia untuk memperbincangkan pergerakan atau propaganda perihal peraturan dan susunan Negara.
- Undang-undang tanggal 22 Juli tahun 1942, mengenai larangan pendirian organisasi yang bersifat politik.
5). Aspek Pendidikan
Pada masa pendudukan Jepang, semua kalangan dapat mengakses pendidikan. Akan tetapi, sistem pendidikan yang dibangun oleh Jepang itu memfokuskan pada kebutuhan perang. Meskipun akhirnya pendidikan dapat diakses oleh semua kalangan, tetapi secara jumlah sekolahnya menurun sangat drastis, dari semulanya 21.500 menjadi 13.500. Serta Jepang mengadakan latihan kepada guru-guru di Jakarta dan menghapus diskriminasi dalam sistem persekolahan.
Sumber : https://www.ruangguru.com/blog/kehidupan-bangsa-indonesia-masa-pendudukan-jepang
Penulis dan Penyusun :
- Salma Nur Faujiah
- Wulan Febrianti
Dari Kelompok : 7

Komentar
Posting Komentar